Langsung ke konten utama

Ikan Lou Han

Ikan Lou Han (bahasa InggrisFlowerhorn) ikan Louhan merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berbentuk khas berjuluk "benjol kelam". Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun saat ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia.
Progam pengembangbiakan telah dimulai sejak tahun 1993.[1] Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau "kapal perang", ditemukan di bagian barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini berharga untuk para peminat masyarakat Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.
Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang menghasilkan jenis baru yang disebut Five-Colors God of Fortune.[1] Karena warnanya yang indah, ikan ini menjadi cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga disebut sebagai Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan.[1] Pembelesteran ini akhirnya menghasilkan generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang kemudian diikuti dengan perkenalan flowerhorn berikutnya.

Kedatangan di Dunia BaratSunting

Ketika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya ada dua jenis ikan ini yang distribusi, flowerhorn dan Golden Base.[1] Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka dengan mutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki dua varietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di antara segala jenis flowerhorn, yang tanpa mutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang mempunyai mutiara, menjadi skala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulit menjadi keemasan yang menarik ditempatkan pada flowerhorn kulit abu-abu itu.
Pada tahun 1999, ada empat jenis flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa, flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader.[1] Peternak komersial pengkembang biak, dan ikan yang dipilih untuk penampilan tanpa memperhatikan terminologi.[1] Akibatnya, nama menjadi sesuatu yang membingungkan dan jenis keturunan menjadi sulit dilacak.
Sekitar 2000-2001, berbagai Kamfa muncul. Ini adalah hibrida dari setiap jenis flowerhorn yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid jenis apapun.[1] Ini membawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dan gundukan yang semakin besar di bagian kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di Zhen Zhus baik itu peternakan ikan untuk mengembangkan lebih cepat dan menjadi lebih berwarna, untuk bersaing dengan jenis Kamfa.[1]
Ardiansyah wahyu maulana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Budidaya Ikan Guppy

Cara Budidaya Ikan Guppy Penulis:  Mas Budi  /  6 April 2019  / Categories Perikanan Ikan guppy memang selalu menjadi primadona tersendiri di kalangan hobiis ikan hias air tawar. Hampir di setiap sentra penjualan ikan hias, akan selalu ditemukan ikan guppy di sana. Peminatnya pun lumayan banyak, nggak cuma hobiis ikan hias saja. Apalagi, para hobiis aquascape. Ikan guppy menjadi salah satu kandidat penghuni paling diperhitungkan untuk dimasukkan ke dalam tank. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena sifat ikan ini yang tenang, nggak pecicilan, mudah menyesuaikan diri, dan yang paling penting warna-warni ekornya yang mempesona. Sebetulnya, di pasaran ikan hias Indonesia, harga ikan guppy relatif murah. Sekitar Rp2,000-an per ekornya. Kalau beli banyak, malah bisa dikasih bonus 1-2 ekor oleh si penjual. Itu untuk ikan guppy biasa.. Lain halnya dengan ikan guppy dragon yang harga per ekornya bisa jauh lebih mahal. Karena banyaknya peminat ikan gupp...

Ikan arwana

Arwana Asia  ( Scleropages formosus ), atau  Siluk Merah  adalah salah satu spesies  ikan  air tawar dari  Asia Tenggara . Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut "Ikan Naga" karena sering dihubung-hubungkan dengan  naga  dari  Mitologi Tionghoa . Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya  Indonesia . Ada empat varietas warna yang terdapat di lokasi: Hijau, ditemukan di  Indonesia ,  Vietnam ,  Birma ,  Thailand , dan  Malaysia Emas dengan ekor merah, ditemukan di  Indonesia Emas, ditemukan di Malaysia Merah, ditemukan di Indonesia Arwana Asia terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus "terancam punah" oleh  IUCN  tahun  2004   [1] . Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya ya...

RANGKUMAN TENTANG BUDIDAYA IKAN HIAS

                   Budidaya Ikan Hias A.Wadah Budidaya Ikan Hias      wadah budidaya merupakan tempat untuk memelihara ikan.Wada budidaya ikan hias dapat dilakukan dimana saja.faktor yang harus diperhatikan dalam memilih wadah budidaya adalah menemukan pemilihan wadah budidaya yang tepat,seperti,Kolam,bak dan akuarium. 1.jenis-jenis dan wadah budidaya ikan hias  A.kolam     kolam biasa digunakan dalam pemeliharaan ikan hias adalah jenis kolam permanen terbuat dari tembok atau yang dibuat dari terpal dengan kondisi air yang jernih.kolam yang digunakan memiliki saluran inlet (airmasuk) dan saluran outlate (air keluar).jenis ikan hias yang sering dipelihara di kolam biasanya berukuran besar seperti:koi,arwana, dan aigator.  B.bak   Bak yang digunakan dalam budidaya ikan hias adalah bak fiber.bak fiber digunakan untuk memelihara ikan dan pada lahan yang sempit dan praktis.ikan hias yang dipelihara...